Sosoknya kalem dan cenderung pendiam. Tapi siapa sangka, Dipin Satriawan adalah seorang petarung beladiri Ju-Jitsu. Bahkan saat mewakili kampusnya di kejuaraan nasional (Kejurnas) di Surabaya, mahasiswa Fakultas Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Ponorogo itu mampu menyabet gelar juara II.
Prestasi Dipin di even tingkat nasional tersebut melebihi ekspektasi. Pasalnya, pertandingan yang digelar 18-19 Mei lalu itu merupakan ajang kali pertama dia turun di kejuaraan resmi. Apalagi kelas amatir yang diikutinya tak ada pembatasan fisik. Tak urung, lawan yang dihadapi cukup berat. Ada yang secara fisik lebih besar, lebih tinggi, bahkan tidak sedikit yang merupakan atlet senior. “Jika dilihat dari sabuk, saya ini yang paling junior,” kata pemegang sabung kuning itu.
Kendati masih junior, Dipin mampu menunjukkan penampilan terbaiknya. Selama penyisihan, dia selalu berhasil mengalahkan lawannya dengan angka yang cukup telak. Di final, Dipin menghadapi atlet asal Surabaya. “Final cukup berat, karena lawan sudah sering terjun di kompetisi,” ungkapnya.
Ada satu kelebihan yang dimiliki Dipin dalam Ju-Jitsu, mahasiswa asal Sumatera itu memiliki teknik kuncian bawah yang nyaris sempurna. Itu ditunjang dengan kekuatan fisiknya yang diatas rata-rata.
“Teknik kuncian bawah yang dimiliki Dipin memang luar biasa,” puji Atut Budi, pendamping sekaligus atlet senior di UKM Ju-Jitsu Unmuh Ponorogo. dengan segala kelebihannya, kemampuan Dipin diyakini bakal terus berkembang. Apalagi, masih ada beberapa teknik yang belum dia pelajari.
Saat ini, Dipin dan empat atlet di UKM Ju-Jitsu UMP digenjot latihan intensif untuk menghadapi kejurnas di Surabaya dan kejuaraan Ju-Jitsu tingkat Asia Pasifik di Jakarta. “Prestasi ini semoga bisa menjadi pemacu semangat untuk meraih juara di kasta yang lebih tinggi,” tambah Atut.
Prestasi yang diraih Dipin itu mendapat apresiasi tinggi dari Rektor UMP Drs. H. Sulton, M.Si. hal itu sekaligus membuktikan bahwa peluang dan kesempatan yang diberikan kampus untuk mengembangkan bakat dan potensi mahasiswa di luar akademik tidak sia-sia. “Tidak hanya Ju-Jitsu, semua bidang olahraga kami fasilitasi melalui unit kegiatan mahasiswa. Dengan UKM itu kami harapkan mahasiswa bisa mengembangkan hobi sekaligus meraih prestasi,” tuturnya. (hw/radar)
|