|
Workshop 5S Sebagai Upaya Penguatan bidang Tata Kelola |
|
| |
Dalam rangka Milad Universitas Muhammadiyah Ponorogo yang ke 26 sekaligus mengupayakan satu sistem penatakelolaan institusi yang handal, Lembaga Penjaminan Mutu Institusi (LPMI) Unmuh mengadakan workshop mengenai Workplace Management Using 5S Approach (Manajemen tempat kerja dengan menggunakan pendekatan 5S) yang diperuntukkan bagi seluruh pimpinan dalam semua level, dosen dan karyawan. Workshop tersebut diadakan selama dua hari dimulai Jum’at 4 s.d Sabtu 5 Mei 2012.
Konsep 5S sendiri mulai diterima di dunia sekitar 40 tahun yang lalu. Sedangkan di Jawa Timur pelatihan pengenalan konsep 5S baru pertama kali diadakan sehingga Unmuh Ponorogo menjadi yang pertama. Secara tata bahasa 5S berasal dari bahasa Jepang yang berarti :
1. Seiri : Ringkas
2. Seiton : Rapi
3. Seiso : Resik
4. Seiketsu : Rawat
5. Shitsuke : Rajin
Sedangkan jika diterjemahkan kedalam bahasa Inggris menjadi : Sort, Set in order, Shine, Standardize dan sustain. Implementasi 5S dalam sebuah institusi bertujuan untuk meningkatkan efesiensi kerja, produktifitas kerja, kualitas kerja, kesehatan dan keselamatan kerja, disiplin individu serta meningkatkan citra perusahaan. Penerapan konsep 5S memiliki banyak kelebihan diantaranya dapat membantu menemukan segala sesuatu yang berhubungan dengan workplace at first glance (berkas/alat ditemukan dengan sangat mudah dan efisien waktu).
Sebagai tindaklanjut dari workshop ini, kita berencana untuk membentuk sebuah komite khusus yang fokus dan intens membidangi penerapan 5S di kampus, ujar Drs. Ahmad Muslich, M.Si selaku Wakil Rektor IV Unmuh Ponorogo. (zul/dok humas) |
|